FIPH UMU Buton : Sabtu, 14 Juni 2025 — Universitas Muslim Buton mendapat kehormatan luar biasa dengan kehadiran Prof. Dr. La Ode Masihu Kamaluddin, M.Sc., M.Eng., Ph.D., seorang tokoh nasional asal Buton yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional. Sosoknya dikenal luas sebagai tokoh yang berkomitmen tinggi terhadap pembangunan bangsa, baik melalui jalur politik, pemerintahan, maupun akademik.
Beliau pernah menjabat sebagai Anggota MPR RI dan DPR RI, serta Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia dalam berbagai bidang strategis, termasuk Koordinator Tim Pemulihan Ekonomi dan Pengembangan Kawasan Luar Jawa dan Bali. Dari sisi akademik, Prof. La Ode Masihu Kamaluddin adalah alumnus Kimia FMIPA Universitas Padjadjaran, dan meraih dua gelar master serta satu gelar doktor dari Iowa State University, Amerika Serikat.
Kiprahnya dalam dunia pendidikan juga sangat menginspirasi. Ia menjabat sebagai Guru Besar di berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Malang, dan Universitas Islam Bandung. Selain itu, pernah memimpin Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang serta Universitas Lakidende Konawe, dan sekarang menjadi Rektor Universitas Insan Cita Indonesia.
Kunjungannya ke Universitas Muslim Buton dalam kegiatan seminar bertema “Indonesia dan Tantangan Generasi Milenial di Era Digital” membawa semangat dan inspirasi besar bagi generasi muda. Beliau berbagi pengalaman hidup, kisah perjuangan, serta gagasan-gagasan strategis yang membuka cakrawala berpikir para peserta. Kehadiran beliau menjadi oase pengetahuan di tengah cepatnya perubahan zaman.
Acara yang dipandu oleh Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., berlangsung hangat dan penuh semangat. Kepiawaian moderator memandu jalannya diskusi berpadu sempurna dengan gaya penyampaian Prof. La Ode Masihu Kamaluddin yang lugas, menyentuh, dan penuh motivasi. Suasana seminar pun hidup dan menggugah kesadaran peserta akan pentingnya peran generasi milenial dan Gen Z dalam kemajuan bangsa.
Dalam pemaparannya, mengisahkan kedekatannya dengan tokoh dunia seperti Kofi Annan, mantan Sekjen PBB, yang turut mendorongnya dalam program strategis internasional hingga membuka jalan untuk menempuh pendidikan doktoral di Amerika Serikat. Ia juga telah menjadi bagian dari tim pakar di masa kepemimpinan empat Presiden Indonesia, dari Presiden Megawati Soekarnoputri, Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Beliau menekankan pentingnya keberanian untuk bermimpi besar serta komitmen merealisasikan mimpi tersebut melalui inovasi dan kreativitas yang bermanfaat bagi masyarakat luas. Menurutnya, kemajuan teknologi di era digital, termasuk kecerdasan buatan, harus dimanfaatkan secara bijak, tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan spiritual yang menjadi ciri khas manusia.
“Kecerdasan buatan mungkin memiliki keunggulan kognitif, tetapi tidak akan pernah menggantikan kecerdasan emosional dan spiritual manusia,” tegasnya.
Sesi tanya jawab juga berlangsung dinamis. Salah satu peserta, La Januru, S.IP., M.IP., dosen Administrasi Pemerintahan Daerah, menyoroti bagaimana Jepang mengintegrasikan komunitas-komunitas lokal dalam pembangunan. Ia bertanya apakah Indonesia juga bisa lebih optimal dalam menggunakan pendekatan komunal sebagai strategi pembangunan nasional. Diskusi juga mengarah pada gagasan menjadikan Kota Baubau sebagai kota pendidikan, mengingat sejarah panjang dan infrastruktur pendidikan yang terus berkembang.
Tak hanya itu, beberapa peserta juga menanyakan keterlibatan generasi muda dalam pembangunan bangsa. Prof. Masihu menanggapi dengan tegas bahwa generasi milenial dan Gen Z harus diberi ruang yang luas untuk berkiprah di berbagai bidang, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka.
Mengakhiri seminar, Prof. La Ode Masihu Kamaluddin mengajak seluruh peserta, khususnya generasi muda, untuk menggunakan masa mudanya dengan sebaik-baiknya.
“Berpikirlah besar, bertindak nyata, jadikan itu kebiasaan hingga membentuk karakter unggul yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masa depan bangsa.”
Editor Kantor Humas, Universitas Muslim Buton Muhamad Firman Syah




