FIPH Online – Kegiatan Praktikum Analisis Kebijakan Publik bertema “Menjembatani Perencanaan Pembangunan Daerah dan Kebijakan Publik: Optimalisasi Peran Musrenbang dalam Menjawab Isu Sosial Strategis” berlangsung semarak dan penuh antusias di Aula Kantor Badan Perencanaan, Riset dan Inovasi Pembangunan (BAPPERIDA) Kota Baubau pada Senin, 18 Mei 2026 dari pukul 13.30 – 15.30 Wita. Forum akademik ini menjadi ruang strategis yang mempertemukan pemerintah daerah, kalangan akademisi, dan mahasiswa dalam satu panggung kolaboratif untuk membedah berbagai persoalan sosial melalui perspektif kebijakan publik yang lebih kontekstual dan aplikatif.
Sejak awal kegiatan, suasana khidmat terasa melalui rangkaian pembukaan yang diawali dengan salam penghormatan kepada seluruh undangan, dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai simbol harapan akan kelancaran dan keberkahan acara. Momen kebangsaan pun menguat ketika seluruh peserta berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya, menegaskan semangat nasionalisme dalam setiap proses pembangunan daerah.
Memasuki sesi utama, Ketua Panitia, saudara Aynun Fajar menyampaikan laporan yang tidak hanya bersifat administrative atau tugas mata kuliah, tetapi juga menggambarkan urgensi kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami keterkaitan erat antara perencanaan pembangunan dan kebijakan publik sehingga mahasiswa dapat menjadi bagian agen of control dan agen of change. Penekanan pada peran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) menjadi sorotan utama sebagai instrumen partisipatif yang menjembatani aspirasi masyarakat dengan kebijakan pemerintah.
Turut hadir pula Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun,S.Sos.,M.Si yang memberikan sambutan dalam rangkaian kegiatan ini dengan menyampaikan “kegiatan praktikum mata kuliah ini diharapkan memadukan pemikiran teknokratik dan pemikiran rasional birokratik sehingga menjadi bagian dalam memperkaya dalam upaya menyusun perencanaan yang berkelanjutan dan terinteratif”.
Kegiatan ini semakin memperoleh legitimasi kuat melalui sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Bapperida Kota Baubau. Dalam arahannya, ditegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda rutin, melainkan mekanisme penting dalam merancang pembangunan yang responsif, rasional, teknokratik, bottom up sekaligus top down yang menyerap kepentingan negara, inklusif, dan berbasis kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam menghadapi berbagai isu sosial strategis yang terus berkembang.
Penguatan perspektif akademik kemudian disampaikan oleh La Januru, S.IP., M.IP., yang menggarisbawahi pentingnya integrasi antara perencanaan pembangunan dan kebijakan publik sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Ia menekankan bahwa tanpa sinergi yang kuat, kebijakan berpotensi kehilangan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pada sesi pemaparan materi, Kepala Bappeda Kota Baubau sebagai narasumber pertama mengulas secara komprehensif bagaimana optimalisasi Musrenbang dapat menjadi solusi dalam merespons isu sosial strategis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan perencanaan yang efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. H. Sudjiton, SE., MM, memberikan pandangan kritis mengenai tantangan integrasi kebijakan publik di daerah. Ia menyoroti kompleksitas permasalahan sosial yang menuntut kebijakan yang adaptif, inovatif, dan mampu menjawab dinamika perubahan zaman.
Isu yang lebih spesifik dan menyentuh sisi kemanusiaan diangkat oleh narasumber ketiga, La Januru, S.IP., M.IP., melalui pembahasannya tentang eksploitasi anak di ruang publik Kota Baubau. Paparan ini membuka ruang refleksi mendalam mengenai pentingnya kebijakan perlindungan sosial yang lebih responsif dan berkeadilan bagi kelompok rentan, khususnya anak-anak.
Antusiasme peserta mencapai puncaknya pada sesi diskusi dan tanya jawab. Dialog interaktif yang dipandu oleh moderator berlangsung dinamis, dengan berbagai pertanyaan kritis dan gagasan konstruktif yang memperkaya perspektif seluruh peserta.
Menutup rangkaian kegiatan, pembawa acara menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Lebih dari sekadar forum akademik, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya gagasan-gagasan solutif yang mampu mendorong terwujudnya pembangunan daerah yang lebih responsif, inklusif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.




