id
en
ar

Mahasiswa UMU Buton Dorong Penguatan Tata Kelola Ekonomi Desa Katukobari Lewat Praktikum Pengelolaan BUMDes

Katukobari, 26 Oktober 2025, Suasana yang antusias dan penuh solidaritas terasa di Balai Desa Katukobari, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, seiring dengan pelaksanaan Praktikum Mata Kuliah Pengelolaan BUMDes oleh mahasiswa Universitas Muslim Buton (UMU Buton). Aktivitas yang diselenggarakan pada hari Minggu, 26 Oktober 2025, ini merupakan kesempatan berharga bagi para mahasiswa untuk memperoleh pemahaman praktis mengenai manajemen, inisiatif pemberdayaan, serta hambatan yang dihadapi dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di lingkungan nyata.

Kegiatan Praktikum yang diikuti oleh mahasiswa program studi Administrasi Pemerintahan Desa, para peserta mendapatkan kesempatan untuk berdialog langsung dengan pengurus BUMDes, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Tujuannya bukan hanya untuk menambah wawasan akademik, tetapi juga menumbuhkan kesadaran praktis tentang pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi lokal yang berkelanjutan.

“Kampus dan Desa Harus Berjalan Bersama dalam Membangun”

Dalam sambutannya, Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktikum Pengelolaan BUMDes, La Januru, S.IP., M.IP, menekankan bahwa aktivitas ini merupakan komponen dari pelaksanaan kurikulum vokasi yang mengharuskan mahasiswa tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga mampu mempraktikkannya di lapangan secara nyata.

“Melalui pelaksanaan praktikum ini, para peserta didik kami memperoleh pemahaman mendalam mengenai dinamika ekonomi pedesaan yang aktual. Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan fondasi utama perekonomian di tingkat lokal, dan kami bertujuan agar para mahasiswa memahami aspek-aspek krusial seperti inovasi, pengelolaan yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat sebagai faktor penentu keberhasilan,” ujar La Januru dalam sambutannya.

Beliau menambahkan, kegiatan seperti ini juga menjadi wujud nyata kontribusi Universitas Muslim Buton terhadap penguatan kapasitas kelembagaan desa.

“Dierah maju seperti saat ini, Institusi pendidikan tinggi dituntut untuk berkolaborasi dan tidak beroperasi secara terisolasi. Melainkan perlu pengembangan kemitraan dengan komunitas pedesaan, atas dasar inilah, Praktikum Pengelolaan BUMDes di Desa Katukobari ini dilakukan dan hal ini merupakan strategi krusial guna mempromosikan swadaya dan peningkatan kapabilitas masyarakat yang bersumber dari potensi daerah,” imbuhnya.

Kepala Desa Katukobari: “Kolaborasi Ini Harus Terus Diperkuat”

Acara pembukaan kegiatan praktikum ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Katukobari, Muhammad Amrin, A.Mk yang memberikan pembukaan resmi untuk acara tersebut. Dalam sambutanya, beliau menyatakan penghargaan kepada institusi perguruan tinggi dan para mahasiswa atas pemilihan Desa Katukobari sebagai lokasi penyelenggaraan praktikum.

“Kami merasa bangga dan berterima kasih atas kehadiran mahasiswa Universitas Muslim Buton di desa kami. Kehadiran kalian membawa semangat baru bagi kami, terutama dalam memperkuat peran BUMDes sebagai pendorong ekonomi desa,” ungkap Kepala Desa dengan penuh antusias.

Beliau juga menegaskan bahwa pihak Pemerintah Desa Katukobari berkomitmen untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan tinggi.

“Kami berharap mahasiswa dapat memberi pandangan kritis dan solusi kreatif agar BUMDes Katukobari menjadi lebih produktif dan inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini,” lanjutnya.

Mahasiswa: “Kami Belajar untuk Mengabdi dan Menginspirasi”

Salah satu perwakilan mahasiswa, atas nama Ice Susana, menyampaikan kesan dan harapannya atas pelaksanaan kegiatan praktikum tersebut. Menurutnya, kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana teori ekonomi desa dapat diimplementasikan secara nyata di lapangan.

“Selama ini kami banyak belajar dari buku dan penjelasan dari para dosen-dosen kami di kelas atau ruangan saat proses perkuliahan, tetapi hari ini kami belajar langsung dari masyarakat. Kami melihat sendiri bagaimana BUMDes berperan dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” ujar Ice Susana yang juga mahasiswa Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi tuntutan akademik, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat desa.

“Kami berharap dari kegiatan ini lahir gagasan baru yang bisa kami rekomendasikan kepada pemerintah desa untuk penguatan BUMDes Katukobari, baik dari sisi manajemen, inovasi usaha, maupun pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.

Rangkaian Kegiatan Praktikum

Kegiatan praktikum dimulai sejak pagi dengan sesi pembukaan yang diisi sambutan dari pihak kampus, pemerintah desa, dan perwakilan mahasiswa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi singkat tentang konsep dan strategi pengelolaan BUMDes, yang disampaikan oleh dosen pembimbing.

Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk melihat langsung aktivitas ekonomi dan tata kelola BUMDes Katukobari. Mereka juga melakukan wawancara mendalam dengan pengurus BUMDes, perangkat desa, serta masyarakat untuk mengidentifikasi potensi usaha lokal yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Di sesi akhir, mahasiswa dan pengurus desa melakukan diskusi reflektif guna menyusun rekomendasi strategis yang akan menjadi bahan masukan bagi Pemerintah Desa Katukobari dalam memperkuat kemandirian BUMDes.

Menanamkan Nilai Pengabdian di Lapangan

Menurut dosen pembimbing, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab sosial dan semangat pengabdian kepada mahasiswa.

“Kami ingin menanamkan kepada mahasiswa bahwa belajar itu bukan sekadar mengejar nilai di kertas, tetapi tentang bagaimana memberi nilai bagi kehidupan masyarakat. Itulah esensi sejati pendidikan vokasi melahirkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga peka terhadap realitas sosial dan siap berkontribusi di lapangan,” ujar Janu, begitu sapaan akrab Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktikum Pengelolaan BUMDes yang juga Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Muslim Buton, dengan nada penuh keyakinan.

Sementara itu, sejumlah warga desa yang turut hadir menyampaikan antusiasmenya terhadap kehadiran mahasiswa. Mereka berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan dan bahkan dikembangkan menjadi program kemitraan desa–kampus yang berkelanjutan.

Harapan dan Tindak Lanjut

Di akhir kegiatan, perwakilan mahasiswa menyerahkan laporan singkat hasil observasi dan rekomendasi penguatan BUMDes Katukobari kepada Kepala Desa. Laporan tersebut memuat temuan terkait manajemen keuangan, pengembangan unit usaha, serta strategi pemasaran produk lokal desa.

“Ini baru langkah awal. Kami berharap kerja sama dengan UMU Buton terus berlanjut dalam bentuk pendampingan dan penelitian kolaboratif. Mahasiswa membawa energi muda, kami sediakan ruang praktiknya,” pungkas Kepala Desa dengan senyum optimis.

Kegiatan praktikum ini ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama antara dosen pembimbing, mahasiswa, perangkat desa, dan pengurus BUMDes. Foto-foto dokumentasi memperlihatkan semangat kolaborasi yang harmonis antara kampus dan masyarakat desa.

Tags:

Bagikan: