FIPH UMU Buton, Selasa (26/8/2025). Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) terus bergerak cepat dalam menyiapkan pedoman Tugas Akhir dan Penulisan Karya Ilmiah bagi mahasiswa Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah (APD). Rapat perdana yang digelar di ruang kantor FIPH pada Senin sore ini berlangsung hangat dan penuh gagasan baru.
Rapat tersebut menjadi sangat penting mengingat mahasiswa angkatan pertama Prodi APD tahun 2022 kini sudah memasuki semester VII dan segera menghadapi tahap akhir masa studinya. Pedoman ini akan menjadi acuan utama dalam proses penulisan karya ilmiah mereka, mulai dari pengajuan judul penelitian hingga penyusunan skripsi.
Berbeda dengan pendekatan kampus lain, Prodi APD FIPH UMU Buton mendorong model karya ilmiah yang lebih aplikatif melalui study project berbasis riset. Tidak hanya sekadar menghasilkan skripsi, mahasiswa juga diarahkan untuk menyusun buku kolaboratif dari hasil penelitian mereka. Hal ini sesuai dengan Permendikbudristek No. 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi menegaskan bahwa tugas akhir mahasiswa tidak harus selalu skripsi, tetapi bisa berbentuk proyek, prototipe, produk, atau bentuk lain yang relevan dengan capaian pembelajaran lulusan.
Berdasarkan petunjuk dari KKNI level 6 (Sarjana Terapan/Vokasi) menuntut mahasiswa mampu menerapkan ilmu pengetahuan pada bidang keahliannya dan menghasilkan karya/prototipe yang aplikatif. Jadi, bukan hanya teori, tapi harus ada produk nyata.
“Produk riset mahasiswa jangan berhenti di rak perpustakaan. Harus bisa dimanfaatkan pihak lain, terutama dunia kerja,” tegas Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si.
Ia menambahkan, penyusunan pedoman ini harus segera dipercepat agar mahasiswa semester VII yang sudah layak bisa segera mengajukan proposal penelitian. “Kita perlu memastikan panduan ini lengkap, mulai dari pelayanan, kriteria, teknik penulisan, hingga tahap akhir penyusunan skripsi,” ujarnya.
Sementara itu, dosen Prodi APD L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom. menekankan pentingnya diferensiasi riset di UMU Buton. “Selain skripsi, mahasiswa bisa kita ajarkan menulis buku kolaboratif. Buku ini nantinya bisa jadi bahan ajar, referensi peneliti lain, bahkan rekomendasi untuk dunia kerja. Kalau mahasiswa kita bisa ke arah sana, itu akan sangat kreatif,” jelasnya.
Ide tersebut langsung mendapat sambutan positif dari Dekan. Ia mencontohkan, jika sepuluh mahasiswa masing-masing menyumbang satu subbab hasil riset sepanjang 10–20 halaman, maka akan lahir sebuah buku dengan tebal 100–200 halaman. “Konsep ini bagus sekali. Kuncinya adalah pembinaan dan pendampingan intensif sejak dini, terutama lewat mata kuliah Metodologi Penelitian,” tambahnya.
Ketua Program Studi APD, La Januru, S.I.P., M.I.P., turut memberikan masukan berharga dalam penyusunan redaksi kalimat pedoman tersebut. Kehadiran para dosen APD lainnya juga menambah bobot diskusi sehingga draf awal pedoman semakin matang.
Rapat yang berlangsung sejak pukul 15.30 hingga 17.30 WITA ini diakhiri dengan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan pada pertemuan selanjutnya dalam waktu dekat. Harapannya, pedoman ini bisa segera rampung dan menjadi pegangan resmi bagi mahasiswa dalam menyelesaikan karya ilmiahnya.
Penulis
Darmin Hasirun




