id
en
ar

Penarikan Mahasiswa KSM-MBKM Prodi APD UMU Buton di Kecamatan Wolowa Berlangsung Haru dan Penuh Apresiasi

Penarikan Mahasiswa KSM-MBKM Prodi APD UMU Buton di Kecamatan Wolowa Berlangsung Haru dan Penuh Apresiasi
Foto Bersama Mahasiswa APD dengan Camat Wolowa Berserta Jajarannya.

FIPH Online – Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna mewarnai kegiatan penarikan mahasiswa Program Kandidat Sarjana Mengabdi–Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KSM-MBKM) Universitas Muslim Buton yang ditempatkan di Kantor Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton. Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam membangun pengabdian nyata kepada masyarakat.

Acara penarikan mahasiswa Aula Kantor Kecamatan Wolowa pada hari Senin, 8 Juni 2026, dari pukul 10.30 sampai 12.00 Wita. Camat Wolowa, La Sura, S.Sos. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Universitas Muslim Buton karena telah mempercayakan Kecamatan Wolowa sebagai salah satu lokasi pelaksanaan program pengabdian masyarakat, khususnya melalui program KSM-MBKM.

Ia menuturkan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik semata, melainkan turut memberi kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di wilayah Kecamatan Wolowa.

“Selaku Pemerintah Kecamatan Wolowa, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Universitas Muslim Buton yang telah memilih Kecamatan Wolowa sebagai salah satu lokasi penempatan mahasiswa program pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM)-MBKM,” ungkapnya.

Camat Wolowa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa KSM yang selama masa pengabdian aktif terlibat dalam berbagai aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas formal, tetapi juga mampu membangun hubungan emosional dan kerja sama yang baik bersama aparat pemerintah dan masyarakat.

Mahasiswa KSM turut mendampingi pemerintah kecamatan dalam berbagai kegiatan, termasuk program road show turun langsung ke desa-desa untuk melihat sistem pemerintahan dan pelayanan masyarakat secara nyata, sekaligus menggali berbagai potensi desa yang berada di wilayah administratif Kecamatan Wolowa.

“Kehadiran mahasiswa sangat membantu kami dalam berbagai kegiatan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Mereka selalu mendampingi kami turun langsung ke desa-desa untuk melihat kondisi pelayanan, sistem pemerintahan desa, serta menggali berbagai potensi yang dimiliki setiap desa di Kecamatan Wolowa,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Camat Wolowa berharap agar program KSM-MBKM dapat terus berlanjut pada periode-periode mendatang dan Kecamatan Wolowa kembali diberikan kesempatan menjadi lokasi pengabdian mahasiswa Universitas Muslim Buton.

“Kami berharap pada program KSM-MBKM berikutnya, Kecamatan Wolowa kembali mendapat kesempatan untuk menerima mahasiswa seperti saat ini. Program ini sangat bermanfaat, baik bagi pemerintah maupun masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, mewakili seluruh mahasiswa KSM-MBKM, Nuriati Ihi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Wolowa yang telah menerima dan membimbing mahasiswa selama menjalankan program pengabdian.

Ia mengungkapkan bahwa selama kurang lebih dua bulan menjalani penugasan di Kecamatan Wolowa, para mahasiswa memperoleh banyak pengalaman, pengetahuan, serta pelajaran hidup yang sangat berharga dan tidak ditemukan di ruang kelas.

“Atas nama mahasiswa KSM Universitas Muslim Buton, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kecamatan Wolowa yang telah menerima kami untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program KSM-MBKM,” ujarnya.

Nuriati juga menyampaikan bahwa suasana kekeluargaan yang diberikan oleh pemerintah kecamatan membuat mahasiswa merasa diterima dengan baik selama menjalankan aktivitas pengabdian.

“Terima kasih telah menerima, membimbing, dan memperlakukan kami seperti keluarga sendiri selama masa penugasan di Kantor Kecamatan Wolowa. Banyak ilmu pengetahuan, pengalaman lapangan, serta pelajaran hidup yang kami peroleh dari bapak dan ibu sekalian,” lanjutnya. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa dan pemerintah kecamatan dapat terus terjaga meskipun program KSM telah selesai dilaksanakan.

Pada kesempatan yang sama, Dosen Pembimbing Lapangan, Nurdin, S.Sos., M.A.P., turut menyampaikan kesan dan pesannya kepada mahasiswa. Ia mengaku bangga terhadap dedikasi dan semangat pengabdian yang ditunjukkan mahasiswa selama berada di Kecamatan Wolowa.

Penarikan Mahasiswa KSM-MBKM Prodi APD UMU Buton di Kecamatan Wolowa Berlangsung Haru dan Penuh Apresiasi1

“Selama mendampingi mahasiswa KSM di Kecamatan Wolowa, saya merasa sangat bangga dan terkesan dengan semangat, dedikasi, serta kerja sama yang ditunjukkan oleh seluruh mahasiswa. Mereka mampu beradaptasi dengan baik di lingkungan masyarakat, menjalankan program kerja dengan penuh tanggung jawab, serta menjalin hubungan harmonis dengan warga setempat,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KSM telah memberikan warna positif sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan. Ia berharap pengalaman pengabdian tersebut dapat menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam membangun kapasitas akademik, sosial, dan kepemimpinan di masa mendatang.

“Saya berharap pengalaman selama pelaksanaan KSM dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan kepemimpinan. Teruslah menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat, menjunjung tinggi etika, dan memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” pesannya.

Kegiatan penarikan mahasiswa KSM-MBKM ini bukan sekadar seremoni penutupan program, tetapi juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan yang lebih kontekstual, humanis, dan berorientasi pada pengabdian nyata kepada masyarakat.

Melalui program KSM-MBKM, mahasiswa tidak hanya belajar memahami teori administrasi pemerintahan di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai dinamika pelayanan publik, tata kelola pemerintahan desa, hingga kehidupan sosial masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan, kepedulian sosial, dan profesionalisme generasi muda di masa depan.

Tags:

Bagikan: