FIPH Online — Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, memberikan materi pembekalan kepada mahasiswa program Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) MBKM dengan judul “Manajemen Program dan Kepemimpinan Tim”. Kegiatan berlangsung pada Senin, 6 April 2026, pukul 11.00–12.00 WITA.
Materi yang disampaikan mencakup perencanaan kegiatan KSM-MBKM, penyusunan program kerja selama di lokasi, pembentukan mentalitas kepemimpinan, penguatan kerja sama tim yang solid, serta strategi pemecahan masalah dalam menghadapi berbagai dinamika di masyarakat dan pemerintah setempat. Penekanan diberikan pada kesiapan mahasiswa dalam mengelola program secara terarah dan adaptif.
Penegasan penting juga disampaikan terkait nilai kebersamaan selama mengikuti pembekalan hingga pelaksanaan di lapangan. Durasi kegiatan sekitar satu bulan dinilai cukup singkat, namun mampu memberikan pengalaman bermakna apabila didukung suasana yang kondusif serta terbangunnya rasa kekeluargaan antar mahasiswa.
Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, menyampaikan, “Jaga dengan baik almamater dan nama baik kampus. Hindari tindakan maupun ucapan yang tidak pantas. Utamakan adab dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai positif, karena dari situlah masyarakat menilai kualitas kerja kita. Keaktifan dan partisipasi dalam membantu pemerintah, aparatur, siswa, serta masyarakat setempat perlu terus ditunjukkan agar mampu memberikan kesan terbaik selama pelaksanaan kegiatan.”
Pelaksanaan KSM-MBKM dilakukan dengan dua pola, yaitu penempatan secara berkelompok dan secara mandiri. Penempatan mandiri dipengaruhi oleh faktor jarak serta status sebagian mahasiswa sebagai ASN atau karyawan yang masih memiliki tanggung jawab institusional. Skema ini menunjukkan fleksibilitas program dalam menyesuaikan kondisi peserta tanpa mengurangi esensi kegiatan.
KSM-MBKM memiliki karakteristik berbeda dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Program ini merupakan integrasi antara pengabdian kepada masyarakat dan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang meliputi magang, studi independen, kampus mengajar, pertukaran mahasiswa, wirausaha, proyek kemanusiaan, serta riset mandiri. Universitas Muslim Buton mengadopsi beberapa skema yang relevan dengan visi dan misi institusi, seperti magang, kampus mengajar, wirausaha, dan pembangunan desa.
Bobot kegiatan KSM-MBKM setara dengan 20 SKS atau satu semester perkuliahan. Komitmen mahasiswa dalam mengikuti seluruh tahapan program menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan. Kepatuhan terhadap aturan kampus dan norma di lokasi kegiatan menjadi hal yang sangat penting. Penghargaan terhadap nilai-nilai lokal masyarakat juga menjadi bagian dari etika yang harus dijunjung tinggi sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal (local wisdom).



