FIPH UMU Buton, 9 Juli 2025 — Empat fakultas di lingkungan Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melakukan langkah penting dalam proses perencanaan strategis kelembagaan dengan melaksanakan pembaruan dokumen Rencana Operasional (Renop) tingkat fakultas. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 9 Juli 2025, bertempat di Aula Kampus UMU Buton, mulai pukul 09.30 hingga 12.00 WITA, dan dihadiri oleh para dekan dari masing-masing fakultas.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Wakil Rektor II UMU Buton, Afudin La Arua, S.Pd., M.Pd, yang sekaligus menjadi fasilitator dalam proses diskusi dan pembahasan. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya dokumen Renop sebagai turunan dari Rencana Strategis (Renstra) institusi yang sebelumnya telah dibahas bersama.
“Dokumen Renop ini merupakan tindak lanjut dari dokumen Renstra yang telah kita rumuskan sebelumnya. Perlu dipahami bersama bahwa Renstra dan Renop adalah dua dokumen kunci yang saling terhubung dan berperan penting dalam membangun arah serta strategi fakultas lima tahun ke depan. Semua harus selaras dengan visi, misi, dan standar SN Dikti, serta mengacu pada siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan),” jelas Wakil Rektor II.
Pertemuan ini diikuti oleh Dekan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH), Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Ary Irjayanti, S.Pd., M.Pd, Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Man Tabia, SP., M.P, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Yusman Sutoyo, SE., MM. Masing-masing membawa draf dokumen Renop dari fakultasnya untuk disandingkan dan diselaraskan dengan arah kebijakan universitas.
Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memastikan bahwa Renop fakultas sejalan dengan Renop universitas. Lebih dari sekadar penyesuaian administratif, kegiatan ini juga menjadi ajang sharing informasi terkait kebijakan nasional terkini yang harus diadopsi dalam dokumen perencanaan institusi pendidikan tinggi.
Salah satu isu yang menjadi sorotan dalam diskusi adalah integrasi program nasional seperti “Kampus Berdampak”, yang diharapkan dapat diinternalisasi dalam strategi pengembangan masing-masing fakultas. Program tersebut menuntut setiap institusi pendidikan tinggi tidak hanya menjadi pusat keilmuan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap masyarakat dan lingkungan sekitarnya.
Pada sesi diskusi, Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antar fakultas dan universitas dalam membangun visi bersama.
“Pertemuan seperti ini adalah bentuk tanggung jawab kita sebagai civitas akademika, khususnya para dekan yang memiliki visi, misi, dan tujuan masing-masing. Dalam keragaman ini, kita perlu memastikan semuanya berjalan pada arah yang sama dengan dokumen universitas. Di FIPH, kami sangat mendukung proses harmonisasi ini sebagai bagian dari komitmen membangun UMU Buton yang lebih baik ke depan,” tegas Darmin.
Suasana pertemuan berlangsung hangat namun serius, ditandai dengan diskusi yang aktif dan produktif dari seluruh peserta. Setiap dekan memberikan masukan, perspektif, dan pengalaman dari fakultas masing-masing dalam menyusun Renop. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan dokumen yang tidak hanya sesuai standar, tetapi juga adaptif terhadap dinamika zaman dan kebutuhan lokal.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dari proses penyusunan dokumen Renop untuk periode lima tahun ke depan, dan diharapkan menjadi model praktik baik dalam penyelarasan dokumen perencanaan antara universitas dan fakultas.
Dengan pembaruan dokumen yang strategis dan kolaboratif ini, UMU Buton menunjukkan komitmennya dalam membangun sistem tata kelola pendidikan tinggi yang terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi kemajuan institusi dan masyarakat.




