id
en
ar

TAMPIL MENGGELEGAR DALAM LOMBA KARYA ILMIAH, ELMA MAMPU MENGUASAI MATERI

FIPH Online – Elma Falmawada Ode, mahasiswi semester I Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah, Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum Universitas Muslim Buton, tampil memukau dalam Lomba Karya Ilmiah se-Kota Baubau. Akrab disapa Elma, ia berhasil menunjukkan penampilan menggelegar di hadapan tiga dewan juri dengan penguasaan materi yang sangat baik.

Kegiatan lomba yang diselenggarakan oleh Balitbangda Kota Baubau ini berlangsung pada Minggu–Senin, 7–8 Desember 2025, sejak pukul 09.00 Wita hingga selesai. Puluhan pelajar dan mahasiswa se-Kota Baubau turut ambil bagian dalam ajang bergengsi tersebut.

Pada kompetisi ini, Elma mengangkat judul penelitian “Strategi Pemerintah Kota Baubau dalam Menerapkan Model Pemetaan Sosial Damai sebagai Mekanisme Pencegahan Konflik Ulang di Kawasan Kanakea–Laode Boha.” Topik tersebut diangkat berdasarkan kondisi lapangan yang menunjukkan masih terjadinya konflik antarkelompok secara berulang yang mengakibatkan kerugian material, mengganggu stabilitas keamanan, serta merusak hubungan sosial masyarakat.

Elma menjelaskan bahwa berbagai upaya seperti patroli keamanan, mediasi tokoh masyarakat, dan pendekatan persuasif belum mampu menyelesaikan konflik secara tuntas karena akar masalah yang bersifat struktural dan kultural belum disentuh. Ia juga menyoroti kondisi sosial masyarakat di kawasan tersebut yang masih dipenuhi ketegangan, minimnya ruang interaksi, segregasi wilayah, trauma masa lalu, serta kerentanan pemuda terhadap provokasi, termasuk isu yang berkembang di media sosial.

Menurut Elma, situasi tersebut menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif. Dalam karyanya, ia menawarkan solusi melalui penggunaan model Peace Social Mapping (PSM) atau Pemetaan Sosial Damai, yang dinilai efektif dalam mengidentifikasi potensi konflik maupun peluang perdamaian secara sistematis. “PSM tidak hanya memetakan potensi konflik, tetapi juga mengidentifikasi sumber daya perdamaian seperti tokoh masyarakat, jejaring sosial, dan nilai budaya lokal,” ungkapnya.

Dosen pembimbing Elma, La Januru, S.I.P., M.I.P., turut memberikan apresiasi atas penampilan mahasiswinya. “Penampilan Elma sangat menggelegar dengan penguasaan materi yang luar biasa. Kami berharap Elma, bersama Jalita dan Suci, dapat meraih juara seperti tahun lalu ketika kami berhasil mendapatkan juara pertama. Semoga tahun ini bisa kembali dipertahankan,” ujarnya.

Penampilan Elma dalam ajang ini menjadi bukti bahwa mahasiswa baru pun mampu tampil percaya diri, analitis, dan memiliki kemampuan akademik yang kuat ketika diberi kesempatan untuk berkarya. Semangatnya diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi dalam isu-isu sosial dan pembangunan daerah.

Tags:

Bagikan: