FIPH Online – Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) melaksanakan kegiatan simulasi akreditasi sebagai bentuk kesiapan menghadapi asesmen lapangan akreditasi Program Studi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Laboratorium Komputer FIPH pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 09.00–11.30 WITA.
Simulasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh perangkat pendukung akreditasi, baik pada tingkat fakultas, maupun program studi, telah dipersiapkan secara maksimal sebelum pelaksanaan asesmen lapangan secara daring yang dijadwalkan berlangsung pada 19–20 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan universitas, di antaranya Rektor Universitas Muslim Buton, Dr. La Ode Rasmin, M.Pd., Wakil Rektor II Afudin La Arua, S.Pd., M.Pd., Dekan FIPH Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan UMU Buton Ary Irjayanti, S.Pd., M.Pd., Ketua Unit Penjaminan Mutu (UPM) FIPH Dewi Yulinang, S.H., M.H., Ketua Program Studi APD La Januru, S.IP., M.IP., seluruh dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah.
Dalam arahannya, Rektor Universitas Muslim Buton menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur akademik dalam menghadapi proses akreditasi, khususnya pada aspek Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), kurikulum, serta kualitas sumber daya manusia dosen.
“Akreditasi bukan hanya tanggung jawab program studi semata, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika. Karena itu, semua dokumen dan data pendukung harus benar-benar disiapkan secara sistematis dan terukur agar mampu menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Program Studi APD,” ujar Dr. La Ode Rasmin saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan asesmen lapangan secara daring menuntut kesiapan administrasi dan digitalisasi dokumen yang lebih matang dibandingkan asesmen konvensional.
“Karena prosesnya dilakukan secara daring, maka seluruh dokumen harus mudah diakses oleh asesor melalui hyperlink maupun file digital yang tersusun rapi. Ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan asesor terhadap tata kelola program studi,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa simulasi ini dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai kekurangan teknis maupun substansi yang masih perlu disempurnakan sebelum hari pelaksanaan akreditasi.
“Melalui simulasi ini, kami ingin memastikan tidak ada lagi kendala ketika asesmen berlangsung nanti, baik dari sisi data, kesiapan ruangan, jaringan internet, maupun penguasaan dokumen oleh masing-masing tim,” ungkapnya.
Menurutnya, akreditasi menjadi momentum penting bagi Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah untuk menunjukkan komitmen terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi, pelayanan akademik, serta pengembangan kapasitas kelembagaan secara berkelanjutan.
Selain melakukan pengecekan dokumen akademik dan non-akademik, simulasi tersebut juga mencakup pengujian teknis perangkat pendukung asesmen daring, termasuk koneksi internet, tata letak ruang virtual, serta mekanisme penyajian dokumen kepada asesor BAN-PT.
Kegiatan simulasi berlangsung secara interaktif dan penuh evaluasi. Seluruh peserta diberikan kesempatan untuk memberikan masukan terkait berbagai aspek yang masih perlu dibenahi agar proses asesmen lapangan nantinya dapat berjalan lancar dan optimal.
Dengan adanya simulasi tersebut, Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah FIPH diharapkan mampu menghadapi proses akreditasi secara lebih siap, profesional, dan terukur, sehingga dapat memperoleh hasil akreditasi yang maksimal sesuai harapan bersama.




