id
en
ar

MAHASISWA FIPH IKUTI BEDAH BUKU “SRIKANDI MENGAWASI PEMILU”

FIPH Online – Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) terus berkomitmen meningkatkan peran mahasiswa dalam ranah pemerintahan dan masyarakat melalui pelibatan aktif dalam kegiatan di luar kelas. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan Bedah Buku berjudul “Srikandi Mengawasi Pemilu” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Baubau, Kamis (25/9/2025) pukul 09.30 WITA di Ballroom Nirwana Buton Villa, Jl. Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau.

Salah seorang mahasiswa Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) FIPH UMU Buton, Masniar semester V, menyampaikan pandangannya. Ia menegaskan bahwa perempuan bukan sekadar ditempatkan dalam posisi pengawasan, tetapi hadir sebagai hasil dari proses kaderisasi yang matang, terlatih, dan berintegritas.

“Perempuan sejatinya memiliki kejelian dan ketelitian dalam mengambil keputusan. Dari kegiatan ini saya belajar bahwa menjadi perempuan bukanlah penghalang untuk bersikap tegas dan berani dalam menghadapi tantangan. Justru, perempuan bisa tampil mandiri, cerdas, dan mampu memberi kontribusi nyata,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri mahasiswa dari Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan), Universitas Muhammadiyah Buton (UMB), organisasi mahasiswa seperti HMI dan PMII, Aparatur Sipil Negara (ASN), insan pers, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Diskusi dalam Bedah Buku Srikandi Mengawasi Pemilu menegaskan bahwa partisipasi perempuan dalam pengawasan pemilu bukan sekadar simbol keterwakilan gender, melainkan kontribusi substansial. Para narasumber mengungkapkan berbagai dimensi pengawasan yang kerap luput dari laporan formal, mulai dari ancaman keamanan, stigma sosial, hingga dilema moral yang dihadapi perempuan pengawas pemilu.

Selain itu, pengalaman penulis buku juga menjadi inspirasi tersendiri. Tantangan geografis, seperti di Provinsi Kepulauan Riau yang terdiri dari 96% lautan dan hanya 4% daratan, tidak menyurutkan semangat perempuan untuk tetap melakukan pengawasan Pemilu dari pulau ke pulau, bahkan dari kapal ke kapal. Hal ini menunjukkan bahwa pengawasan bukan hanya ranah maskulin, melainkan juga ruang perjuangan bagi perempuan yang berani menantang keterbatasan.

Dengan hadirnya mahasiswa FIPH dalam kegiatan ini, diharapkan lahir generasi muda, khususnya perempuan yang semakin sadar akan pentingnya peran aktif dalam menjaga demokrasi dan ikut mengawal pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Tags:

Bagikan: