id
en
ar

FIPH UMU Buton Rapat Persiapkan Kerja Sama, PKM dan Bedah Buku

FIPH Online – Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton menggelar rapat koordinasi pada Jumat, 10 Oktober 2025, pukul 13.00 WITA, di Ruang Rapat FIPH, Kampus UMU Buton. Rapat ini dihadiri oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan fakultas sebagai persiapan untuk dua agenda penting yang akan dilaksanakan pada minggu ini, yaitu Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kapoa dan Bedah Buku “Lancau Wolio” bersama Latalombo Urban Lab.

Rapat dimulai dengan pembahasan persiapan PKM yang akan dilaksanakan di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, pada Rabu, 15 Oktober 2025. Tema kegiatan ini adalah “Pendidikan Tinggi di Tengah Masyarakat Agraris dan Pesisir: Proses Pembuatan Perdes, Kesadaran Anak, dan Perspektif Hukum terhadap Isu Santet”.

Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, menyampaikan arahan terkait koordinasi dan pembagian tugas. Menurutnya, keterlibatan seluruh civitas akademika sangat penting agar kegiatan PKM berjalan lancar.

“Sebelumnya, kita sudah menyelesaikan beberapa proposal PKM dari Prodi Peradilan Pidana dan Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah. Surat tugas ke LPPM juga sudah dikirim, dan koordinasi dengan Pemerintah Desa Kapoa telah dilakukan jauh-jauh hari agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar,” ujar Darmin.

Pembagian tugas dilakukan berdasarkan kemampuan dan keahlian masing-masing anggota tim. Muh. Akhsan, S.H., M.Kn ditunjuk sebagai cameramen sekaligus editor video dan dokumentasi foto kegiatan. Dewi Yulinang, S.H., M.H bertanggung jawab menyiapkan dokumen lapangan seperti draft kerja sama, berita acara, dan daftar hadir. Sementara narasumber kegiatan PKM terdiri dari Gafur, S.H., M.H yang membahas isu santet dari perspektif hukum; Dr. Rasmin, M.Pd, yang menyampaikan materi tentang kesadaran anak terhadap pendidikan; dan La Januru, S.I.P., M.I.P yang menjelaskan proses pembuatan Perdes.

Gafur menambahkan, “Kami berharap melalui pemaparan materi tentang isu santet, masyarakat dan mahasiswa dapat memahami permasalahan hukum yang ada di sekitar mereka, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya hukum dalam kehidupan sehari-hari.”

Selain PKM, rapat juga membahas Penandatanganan MoU, dan Bedah Buku “Lancau Wolio” bersama Lembaga Latalombo Urban Lab yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 13 Oktober 2025, di Aula Al Munawwarah UMU Buton.
Kegiatan ini bertujuan memperkuat jejaring kemitraan antara lembaga akademik dan lembaga riset independen serta mendorong penelitian, publikasi ilmiah, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Bedah buku menghadirkan penulis muda yang memiliki kepedulian dan konsentrasi tinggi di bidangnya masing-masing utamanya masalah kearifan lokal. Menurut Dekan Darmin, “Kehadiran para penulis muda ini diharapkan menjadi inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa, khususnya generasi Z, untuk lebih aktif dalam literasi akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan.”

Kegiatan bedah buku akan dikemas dalam bentuk diskusi interaktif melalui tiga sesi. Sesi pertama adalah pemaparan isi buku oleh para penulis, masing-masing sekitar 15 menit. Sesi kedua merupakan analisis oleh akademisi atau dosen penelaah selama 30 menit. Sesi ketiga adalah tanya jawab dan diskusi interaktif dengan peserta, terutama mahasiswa, yang bertujuan memperluas wawasan dan berbagi pengalaman secara langsung.

La Januru,S.I.P.,.M.I.P menambahkan, “Kami mendorong mahasiswa untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam menelaah karya ilmiah dan memahami isu-isu yang disajikan penulis.”

Dengan persiapan matang, FIPH UMU Buton menargetkan agar kedua kegiatan ini dapat terlaksana dengan sukses, memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, memperkuat kemitraan akademik, dan meningkatkan kontribusi fakultas dalam penelitian, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momen penting untuk mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti muda, dan masyarakat dalam menciptakan inovasi dan pengembangan ilmu yang relevan dengan konteks lokal.

Tags:

Bagikan: