id
en
ar

DOSEN DAN TENDIK FIPH SHARING SESSION BERSAMA REKTOR UMU BUTON

FIPH-UMU Buton : Rabu 11 Februari 2025-Eksistensi perguruan tinggi dalam menciptakan lulusan-lulusan yang terampil, cerdik, dan berakhlak mulia sangatlah diperlukan di era industri 4.0 begitu pula dengan Universitas Muslim Buton yang mempunyai visi “Terwujudnya Universitas yang mampu menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berakhlakul karimah, berwawasan enterpreneur dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa”. Visi inilah yang diterjemahkan dalam kurikulum perguruan tinggi untuk menjadi bekal dan pedoman dalam menyusun mata kuliah yang nantinya akan mendukung terwujudnya pencapaian cita-cita tersebut.

Begitu pula dengan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum UMU Buton yang baru berusia 4 tahun sejak Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 207/D/OT/2021 tentang Izin Pembukaan Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Program Sarjana Terapan, dan ditindaklanjuti oleh SK Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT Nomor: 10321/SK/BAN-PT/Ak.P/STr/XII/2022 tentang Pemenuhan Syarat Peringkat Akreditasi Prodi APD pada Sarjana Terapan Universitas Muslim Buton, Kota Baubau.

Di dalam rangka menyiapan profil lulusan yang disesuaikan dengan dunia kerja, maka FIPH perlu melakukan langkah-langkah strategis dan terencana guna mendukung pencapaian visi dan misi fakultas.

Sharing session ini diadakan di ruangan kuliah PGSD Lantai Dasar UMU Buton pada hari Rabu, tanggal 11 Februari 2025 mulai pukul 10.00 – 13.00 Wita dengan agenda evaluasi dan progres kinerja fakultas dan Prodi, serta dosen dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi.

Pada pertemuan tersebut dihadiri Rektor UMU Buton, Dr.H.Sudjiton,M.M, sebagai pembina dan pengarah diskusi, hadir pula Dekan FIPH, Darmin Hasirun,S.Sos.,M.Si, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Akademik UMU Buton, La Ode Muh. Alfian Zaadi,M.Ikom, Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru,S.IP.,M.IP, dan Ketua Program Studi Peradilan Pidana, M.Gafur,S.H.,M.H.

Rektor UMU Buton, Dr.H. Sudjiton,M.M memberikan gambaran umum perkembangan ilmu administrasi dalam organisasi yang terus mengalami perubahan mulai dari Old Public Administration (OPA) yang didasarkan pada kepentingan organisasi atau dalam kapasitas negara adalah kepentingan pemerintah, kemudian berkembang lagi menjadi New Publik Management (NPM) yang didasarkan pada kepentingan karyawan atau birokrat dalam organisasi, dan terus mengalami perubahan dengan pola New Public Service (NPS) yang didasarkan kepada kepentingan costumer atau dalam perguruan tinggi berorientasi pada kebutuhan lulusan (sarjana), dan terakhir lahir pula paradigm baru yang disebut kolaboratif government sebagai wujud kerjasama semua pihak dan sinergisitas berbagai organisasi atau elemen masyarakat yang berkepentingan guna mewujudkan cita-cita atau visi organisasi tersebut”.

Lanjutnya “bahwa harusnya kita sudah sampai kepada pencapai profil lulusan yang dapat beradaptasi terhadap perkembangan dunia kerja, apalagi FIPH mempunyai dua Prodi Vokasi yang lebih banyak didasarkan praktek lapangan daripada teori, maka mata kuliah yang disusun harus memenuhi kebutuhan mereka dalam dunia kerja nantinya, oleh karena itu pendekatan tiga elemen yaitu ilmu, fakta empiris dan visi atau tujuan harus bisa dikolaborasikan sesuai dengan disiplin ilmunya”.

Dekan FIPH, Darmin Hasirun,S.Sos.,M.Si juga memaparkan “di dalam kurikulum FIPH disusun dengan proporsi 60% praktikum dan 40% teori, hal ini dilakukan untuk melatih para mahasiswa agar lebih terampil dan mempunyai kompetensi di bidangnya secara profesional, bahwa paradigma perguruan tinggi khususnya di fakultas memang harusnya sudah sampai kepada tahapan memikirkan dan merumuskan lulusan-lulusannya agar dapat menciptakan lapangan kerja atau diterima dalam dunia kerja bahkan paradigma kolaboratif itu sudah menjadi kewajiban dalam organisasi guna mewujudkan visi atau cita-cita bersama di fakultas dan perguruan tinggi”.

Begitupula Kepala Biro Kemahasiswaan dan Akademik UMU Buton, La Ode Muh. Alfian Zaadi,M.Ikom mengatakan “memang ada 3 elemen yang dapat membentuk cara kerja organisasi yaitu keilmuan, fakta empiris, dan visi atau tujuan, ketiga elemen ini digerakan oleh manajemen sehingga bisa berjalan secara efiensi, efektif, transparan dan akuntabel”.

Di dalam diskusi ini, berlangsung cukup alot karena beberapa mata kuliah di dalam Prodi APD kembali direview untuk memastikan bahwa semua mata kuliah khususnya mengenai keilmuan yang profesional itu dapat menjawab kebutuhan dunia kerja nantinya.

Penulis : Darmin Hasirun

Humas UMU Buton (Muhamad Firman Syah)

Tags:

Bagikan: