id
en
ar

FIPH UNIVERSITAS MUSLIM BUTON MELAKUKAN MANAGEMENT REVIEW MEETING

UMU ONLINE : Rabu, 22 Januari 2024. Segenap dosen dan tenaga kependidikan di Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton mengadakan management review meeting yaitu kegiatan rapat yang membahas hasi survey evaluasi dan monitoring proses pembelajaran di lingkup FIPH untuk mengetahui perkembangan layanan pembelajaran mulai dari dosen pengampu mata kuliah, metode pembelajaran, pertemuan mata kuliah, fasilitas pembelajaran, komunikasi antara dosen dan mahasiswa, partisipasi mahasiswa dalam belajar mengajar, serta keluhan-keluhan mahasiswa yang didapatkan selama proses pembelajaran.

Tujuan diadakannya management review meeting adalah untuk mengidentifikasi berbagai kelebihan dan kelemahan manajemen pelayanan, melakukan pemetaan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa maupun para dosen, membantu dalam proses pengambilan keputusan terkait kebijakan, aturan, visi, misi, serta rencana strategi di dalam FIPH UMU Buton.

Rapat diadakan di kantor FIPH UMU Buton yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam mulai pukul 13.00 – 15.00 Wita. Rapat dihadiri oleh Dekan FIPH, Darmin Hasirun,S.Sos.,M.Si. Ketua Program Studi Peradilan Pidana, M.Gafur,S.H.,MH, Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru,S.IP.,M.IP, beserta para dosen lainnya seperti L.M. Alfian Zaadi,M.Ikom, La Yopies,S.IP.,M.IP, Mashendri, S.H.,M.H, Nur Saadah,S.H.,M.Kn, dan Junaedi,S.H.,M.H.

Agenda rapat yaitu evaluasi proses pembelajaran selama 1 semester tahun ajaran 2024/2025 semester ganjil. Berbagai masukan terkait proses pembelajaran didiskusikan dalam rapat ini mulai dari fasilitas kampus yang dapat mendukung proses belajar mengajar, kehadiran para dosen dalam memberikan mengajaran kepada mahasiswa, sampai kepada hal-hal teknis dalam upaya memperbaiki manajemen pelayanan di dalam fakultas.

Berdasarkan penuturan Dekan FIPH, Darmin Hasirun,S.Sos.,M.Si mengatakan “Management Review Meeting (MRM) harus dilakukan setiap akhir semester untuk mengevaluasi layanan pendidikan di kampus kita khususnya di FIPH yang mempunyai dua Prodi yaitu Prodi Peradilan Pidana, dan Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah yang sudah mempunyai mahasiswa terdaftar resmi sebanyak 144 orang terdiri atas Prodi APD sebanyak 105 orang dan Prodi Peradilan Pidana 41 orang. Semua mahasiswa ini harus dilayani sebaik-baik utamanya dalam proses belajar mengajar yang sangat penting meningkatkan minat dan kepuasan belajar para mahasiswa, makanya bagi dosen-dosen yang sudah mempunyai prestasi dalam pengajaran perlu berikan ruang besar dan peluang untuk diberikan mata kuliah yang proporsional agar mahasiswa dapat mendapatkan ilmu dari para dosennya yang mempunyai kinerja baik”.

Begitu pula dari Ketua Program Studi Peradilan Pidana, M.Gafur,S.H.,MH mengatakan “seharusnya memang rapat ini dilakukan setiap akhir semester untuk terus mengetahui perkembangan belajar mengajar karena khusus di Prodi Peradilan Pidana memang kami masih cukup kesulitan untuk bisa menghadirkan semua mahasiswa datang tepat waktu sesuai dengan jadwal mengajar, mereka (mahasisw) ini pada kerja sehingga kadang mereka belum sempat mengikuti kuliah sebagaimana mestinya”.

Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru,S.IP.,M.IP juga memberikan tanggapan terkait pelayanan dalam proses belajar mengajar “kita perlu mendengarkan masukan-masukan dari mahasiswa juga karena perbaikan manajemen di fakultas ini salah satunya datang dari saran mahasiswa, disamping itu para dosen harus lebih giat lagi memberikan mengajaran kepada mahasiswa, insya kedepannya kita akan terus melakukan perbaikan pelayanan pendidikan ini”.

Selain mendengarkan berbagai masukan dari para dosen dan Tendik, juga dipaparkan berbagai hasil survey Monev Pembelajaran maka dapat disimpulkan bahwa Mayoritas Responden Setuju dengan Pembelajaran yang Diberikan Persentase tinggi ini menunjukkan bahwa mayoritas responden merasa positif dan mendukung metode serta materi yang diterapkan dalam proses pembelajaran. Hal ini menandakan bahwa pendekatan yang digunakan sudah berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang baik dan mendukung pemahaman siswa. Kepuasan yang Tinggi Terhadap Proses Pembelajaran. Dengan nilai rata-rata sebesar 3,4, yang lebih mendekati kategori Setuju, kita bisa menyimpulkan bahwa responden secara umum merasa puas dan nyaman dengan proses pembelajaran yang berlangsung. Nilai rata-rata ini mencerminkan bahwa sebagian besar siswa menyatakan setuju atau sangat setuju dengan cara pengajaran yang diterapkan, serta mengindikasikan bahwa metode yang digunakan efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pentingnya Inovasi dan Penyesuaian Pembelajaran. Fakta bahwa hampir seluruh responden setuju atau sangat setuju dengan pembelajaran yang diberikan menunjukkan bahwa aspek pengajaran yang diterapkan sudah sesuai dengan kebutuhan mayoritas siswa. Namun, hal ini juga menggarisbawahi pentingnya untuk tetap mengembangkan dan berinovasi dalam metode pembelajaran yang digunakan, agar tidak stagnan dan tetap relevan dengan perkembangan zaman serta kebutuhan siswa yang terus berkembang. Inovasi seperti pemanfaatan teknologi pendidikan yang lebih maksimal, penerapan metode pembelajaran berbasis proyek, serta pemanfaatan sumber daya yang lebih variatif, bisa lebih meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Misalnya, menggunakan aplikasi atau platform digital yang memungkinkan siswa untuk mengakses materi belajar secara lebih interaktif dan fleksibel.

 

Penulis : Darmin Hasirun

Humas UMU Buton (Muhamad Firman Syah)

Tags:

Bagikan: