FIPH Online – Suasana sore di Kelurahan Palabusa berubah menjadi ruang belajar demokrasi yang hidup dan penuh antusiasme. Pada rentang waktu yang terbatas, pukul 15.30 hingga 17.30 WITA (Kamis, 23/04/2026), kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih bagi Kelompok Marginal Tahun Anggaran 2026 yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Baubau berlangsung padat, dinamis, dan sarat makna.
Kegiatan ini menghadirkan tujuh perwakilan KPUD Kota Baubau yang langsung turun ke tengah masyarakat, didampingi oleh mahasiswa Kandidat Sarjana Mengabdi (KSM) MBKM, yakni Hasan Muridu, Masniar, Dita Sulystyawati, Wd. Erna Sari, Tiara Putri, Wd. Wenny Yusuf Ania, Islamiah, dan Hilda Daeng Matanga. Sebanyak 30 peserta dari masyarakat Kelurahan Palabusa turut hadir, termasuk para Ketua RT serta unsur kepolisian setempat.
Tanpa seremoni pembuka yang panjang, kegiatan langsung memasuki inti sosialisasi. Keterbatasan waktu tidak mengurangi esensi penyampaian materi yang berlangsung lugas, fokus, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Pihak KPUD dalam pemaparannya menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tahapan pemilu nasional dan daerah ke depan. Dijelaskan bahwa pada tahun 2029 akan dilaksanakan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, anggota DPD RI, serta anggota DPR RI secara serentak. Sementara itu, pada tahun 2031 masyarakat kembali akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan kepala daerah, yakni Wali Kota/Bupati, Gubernur, serta anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Hal menarik yang menjadi perhatian peserta adalah penjelasan mengenai syarat pemilih. Warga negara yang telah berusia 17 tahun berhak memilih, namun bagi yang belum mencapai usia tersebut tetapi telah menikah, tetap memiliki hak pilih. Informasi ini menjadi pengetahuan penting yang memperluas wawasan masyarakat.
KPUD juga memberikan penegasan terkait mekanisme pemungutan suara. Warga yang tidak menerima surat panggilan memilih tetap dapat menggunakan hak pilihnya dengan menunjukkan KTP, selama terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayah tersebut. Sementara itu, bagi pemilih yang berada di luar daerah Kota Baubau, hak pilihnya dibatasi hanya untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI, anggota DPD RI, serta anggota DPR RI.
Isu krusial lain yang mengemuka adalah terkait data pemilih. KPUD mengakui masih adanya kasus warga yang telah meninggal dunia namun tetap tercantum dalam DPT. Hal ini disebabkan oleh data kependudukan yang tidak terhapus secara otomatis tanpa adanya akta kematian yang dilaporkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Oleh karena itu, masyarakat, khususnya pihak keluarga, diimbau untuk aktif melaporkan setiap peristiwa kematian agar data pemilih dapat terus diperbarui secara akurat.
Sesi tanya jawab menjadi momen yang paling hidup. Salah satu Ketua RT menyampaikan kritik tajam namun konstruktif terkait kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Ia menyoroti jalan rusak di Kelurahan Palabusa yang selama ini kerap menjadi janji politik tanpa realisasi nyata.
“Pemilih harus cerdas. Jangan hanya tergiur janji politik. Pilih pemimpin yang benar-benar berkualitas, memiliki kompetensi, kecerdasan, serta hati nurani,” tegasnya, yang disambut anggukan dan dukungan dari peserta lainnya.
Pernyataan tersebut menjadi refleksi kuat bahwa kesadaran politik masyarakat mulai tumbuh ke arah yang lebih kritis dan rasional. Sosialisasi ini tidak hanya memberikan informasi teknis kepemiluan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya memilih pemimpin yang mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan pemilih, khususnya bagi kelompok marginal, memiliki peran strategis dalam memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal. Melalui pendekatan langsung dan partisipatif, KPUD Kota Baubau berhasil menghadirkan ruang dialog yang tidak hanya informatif, tetapi juga membangun harapan baru bagi masa depan demokrasi yang lebih substansial.
Di tengah keterbatasan waktu, semangat demokrasi justru tumbuh semakin kuat di Palabusa menandakan bahwa perubahan besar selalu berawal dari kesadaran kecil yang ditanamkan hari ini.




