FIPH Online – Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) bersama Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UMU Buton menggelar kegiatan Simulasi Akreditasi yang berlangsung pada Selasa, 11 November 2025 di kantor FIPH mulai pukul 08.30 hingga 12.00 Wita.
Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh komponen dan bukti pendukung dalam Lembar Evaluasi Diri (LED) yang telah diserahkan kepada BAN-PT melalui sistem SAPTO pada tahun 2024 benar-benar lengkap, valid, dan siap dipresentasikan saat proses Asesmen Lapangan (AL) berlangsung.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua LPM UMU Buton, Hasrin, S.P., M.P.; Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si.; Kaprodi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru, S.I.P., M.I.P.; Kaprodi Peradilan Pidana, M. Gafur, S.H., M.H.; Ketua Unit Penjaminan Mutu FIPH, Dewi Yulinang, S.H., M.H.; serta beberapa dosen lingkup FIPH antara lain L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom. dan Mashendri, S.H., M.H.
Ketua LPM UMU Buton, Hasrin, S.P., M.P., dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan dokumen serta pemahaman mendalam terhadap isi LED.
“Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh Dekan dan Kaprodi dalam menjawab pertanyaan asesor nantinya. Misalnya, pada Kriteria 1, perlu dijelaskan hubungan antara Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran (VMTS) di tingkat universitas, UPPS, dan program studi. Bukti kegiatan lokakarya penyusunan VMTS juga harus lengkap dengan laporan dan dokumentasi yang menunjukkan keterlibatan pihak internal maupun eksternal,” ungkap Hasrin.
Di dalam kegiatan ini terdapat tanya jawab antara Ketua LPM kepada Dekan, Kaprodi dan dosen-dosen lingkup FIPH untuk menambah wawasan terkait beberapa bukti yang perlu dihadirkan.
Ia menambahkan, dalam Kriteria 2 mengenai tata pamong dan kerja sama, Prodi harus menunjukkan bukti nyata pelaksanaan kerja sama dalam bentuk MoU dan MoA yang diikuti dengan kegiatan tridarma perguruan tinggi.
“Jika hanya sebatas MoU tanpa tindak lanjut, tentu nilainya akan rendah. Selain itu, aspek kemahasiswaan seperti proses seleksi mahasiswa baru, jumlah mahasiswa aktif, serta pelibatan mahasiswa dalam kegiatanTridarma juga menjadi perhatian penting. Dokumen rekognisidosen juga harus lengkap, sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan kontribusi mereka,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada LPM atas pendampingan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada LPM UMU Buton, khususnya kepada Bapak Hasrin,S.P.,M.P yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama melakukan review dokumen akreditasi kami. Kegiatan ini sangat penting sebagai ajang refleksi dan perbaikan agar kami dapat mengidentifikasi lebih dini kelemahan dan mempersiapkan klarifikasi terhadap dokumen yang sudah dikirim ke BAN-PT,” ujar Darmin.
Ia juga menegaskan komitmen FIPH untuk terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan mutu persiapan menjelang asesmen lapangan.
“Setelah kegiatan ini, kami berencana mengundang lagi pihak-pihak yang memiliki pengalaman dalam proses akreditasi lapangan untuk berbagi wawasan. Hasil temuan hari ini akan kami jadikan bahan evaluasi dan perbaikan agar seluruh bukti fisik dan narasi dalam dokumen memenuhi standar BAN-PT,” lanjutnya.
Kegiatan simulasi akreditasi ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kolektif bagi sivitas akademika FIPH dalam memahami secara teknis dan substantif proses akreditasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah FIPH UMU Buton semakin siap menghadapi tahapan Akreditasi Kecukupan dan Asesmen Lapangan, serta mampu menunjukkan kinerja akademik, tata kelola, dan budaya mutu yang unggul sesuai standar nasional pendidikan tinggi.
“Simulasi akreditasi ini bukan sekadar latihan tetapi merupakan bentuk komitmen kami untuk menghadirkan tata kelola program studi yang bermutu dan berdaya saing,” tutup Darmin Hasirun.



