FIPH Online – Suasana hangat dan penuh keakraban begitu terasa saat rombongan dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, pada Rabu, 15 Oktober 2025.
Perjalanan menuju Desa Kapoa sendiri menjadi kisah yang begitu mengesankan. Rombongan berangkat dari Pelabuhan Topa Kota Baubau pukul 08.30 Wita dengan menumpang katinting “Bakarakati”, menembus laut yang tenang di bawah langit cerah dengan sinar mentari yang berkilau di permukaan air. Sekitar pukul 08.45 Wita, rombongan tiba di Pelabuhan Banabungi, kemudian melanjutkan perjalanan darat menggunakan dua mobil menuju Kantor Desa Kapoa.
Sepanjang perjalanan, hamparan pulau-pulau kecil dan tebing-tebing yang menawan menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Cuaca bersahabat, angin berhembus lembut, dan wajah-wajah ceria para mahasiswa serta dosen menambah semarak perjalanan pagi itu.
Setibanya di Kantor Desa Kapoa sekitar pukul 09.10 Wita, rombongan disambut hangat oleh Kepala Desa Kapoa, Bapak Samsudin, beserta seluruh jajarannya. Antusiasme masyarakat, terutama ibu-ibu yang telah menunggu di bawah pohon rindang, membuat suasana menjadi semakin akrab dan penuh kekeluargaan.
Kantor Desa Kapoa yang baru dibangun itu tampak bersih, sejuk, dan tertata rapi. Setelah berbincang santai dengan Kepala Desa, acara resmi pun dimulai pada pukul 09.30 Wita. Dalam sambutannya, Kepala Desa Kapoa, Bapak Samsudin, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya:
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran para dosen dari Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum UMU Buton. Ini merupakan kehormatan besar bagi kami, sebab dari sekian banyak desa di Kadatua, hanya Desa Kapoa yang mendapat kunjungan dalam kegiatan seperti ini.”
Sementara itu, Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Kami tidak hanya datang untuk melakukan pengabdian, tetapi juga untuk memperkuat kerja sama antara kampus dan pemerintah desa melalui penandatanganan MoU dan MoA. Dalam kegiatan ini, kami mengangkat tema besar tentang pentingnya pendidikan bagi masyarakat, pembentukan peraturan desa, serta santet dalam pandangan hukum.”
Acara berlanjut dengan sesi sosialisasi dan diskusi interaktif yang menghadirkan tiga narasumber inspiratif: Dr. La Ode Rasmin, M.Pd, La Januru, S.I.P., M.I.P, dan M. Gafur, S.H., M.H. Masing-masing narasumber menyampaikan materi secara padat dan menarik selama kurang lebih 10 menit.
Dari ketiga topik yang dibahas, masyarakat tampak paling antusias saat mengikuti materi “Santet dalam Pandangan Hukum” yang disampaikan oleh M. Gafur, S.H., M.H. Para ibu terlihat serius namun tetap tersenyum mendengarkan penjelasan beliau yang disampaikan dengan bahasa yang sederhana, lugas, dan diselingi humor ringan sehingga suasana tetap hidup dan menyenangkan.
Usai sesi materi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan acara dan jamuan makan siang yang disiapkan oleh Pemerintah Desa Kapoa. Hidangan khas daerah yang lezat dan bergizi, mulai dari bebek bakar, ikan bakar, sayur kelor dengan irisan pepaya muda, sambal pedas, dan aneka lauk lainnya tersaji dengan hangat, menambah nikmat kebersamaan siang itu.
Acara kemudian berlanjut dalam suasana santai dengan karaoke bersama, canda tawa, serta sesi foto kenangan, yang semakin mempererat hubungan antara civitas akademika dan masyarakat desa. Sebelum rombongan meninggalkan desa, seluruh peserta terlebih dahulu bersalaman satu per satu dengan Kepala Desa, para perangkat, serta masyarakat setempat. Momen sederhana itu terasa begitu hangat dan penuh makna, seolah menjadi penutup manis dari sebuah hari yang sarat kebersamaan, kehangatan, dan semangat pengabdian.
Kegiatan pengabdian ini bukan hanya meninggalkan kesan mendalam bagi para dosen dan mahasiswa, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum Universitas Muslim Buton hadir di tengah masyarakat untuk memberi manfaat, berbagi ilmu, dan menebar semangat perubahan positif.
Dari laut yang tenang hingga sambutan yang penuh cinta, Desa Kapoa hari itu menjadi saksi indahnya sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Sebuah perjalanan pengabdian yang bukan hanya berkesan, tetapi juga menyentuh hati, menumbuhkan harapan, dan menginspirasi banyak orang.



