FIPH Online – Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) bersama Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Baubau menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Ballroom Al-Munawarah UMU Buton, Selasa, 7 Oktober 2025, pukul 08.30 Wita. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan sinergi, kolaborasi, dan komunikasi antar lembaga.
Acara dihadiri langsung oleh Komisioner KPUD Kota Baubau, pegawai Sekretariat KPUD, Dekan FIPH UMU Buton beserta jajaran, serta mahasiswa UMU Buton. Penandatanganan kerja sama ini menjadi awal kolaborasi dalam memberikan edukasi politik dan demokrasi khususnya bagi generasi muda di Kota Baubau.
Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan, “Kami berterima kasih kepada KPUD Kota Baubau yang telah bersedia menjalin kerja sama dengan UMU Buton khususnya FIPH. Penandatanganan ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen nyata untuk bersama-sama mengawal proses demokrasi yang LUBER (Langsung, Umum, Bebas, dan Rahasia) serta JURDIL (Jujur dan Adil). Pendidikan Pemilu, demokrasi, dan politik harus dijalankan sejak dini agar generasi muda memiliki kesadaran kolektif untuk mewujudkan cita-cita demokrasi bersama.”
Sementara itu, Ketua KPUD Kota Baubau, La Ode Supardi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini. “Kami mengucapkan terima kasih kepada UMU Buton khususnya FIPH yang telah bersedia memfasilitasi kegiatan sosialisasi pemilih muda,” ujarnya.
Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan sosialisasi pemilih muda. Narasumber kegiatan ini adalah La Januru, S.I.P., M.I.P., bersama Komisioner KPUD Kota Baubau. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi praktis tentang hak dan kewajiban pemilih, pentingnya memilih berdasarkan kapasitas dan rekam jejak calon, serta menolak praktik money politics.
Kegiatan penandatangan kita merupakan momentum bagi FIPH UMU Buton untuk terus bersinergi dengan penyelenggara Pemilu khususnya KPUD Kota Baubau dalam memberikan edukasi kepada masyarakat diantaranya para pemuda yang masih mempunyai idealisme, dan harapan besar terhadap kemajuan politik di Kota Baubau.



