FIPH UMU Buton, 07 Agustus 2025 — Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton kembali menorehkan capaian positif dalam upayanya memperkuat mutu pendidikan tinggi. Hal ini tercermin dari hasil Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) yang membahas Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran Semester Ganjil dan Genap Tahun Ajaran 2024/2025.
Melalui proses evaluasi yang menyeluruh terhadap 16 indikator utama pembelajaran, FIPH menunjukkan kemajuan signifikan pada berbagai aspek penting, mulai dari kedalaman materi kuliah, efektivitas metode pengajaran, hingga tingkat kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Tak hanya mengalami peningkatan angka, Monev tahun ini juga menandai perubahan paradigma menuju pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa.

“Kami melihat tren positif dalam penguatan substansi materi, perbaikan metode ajar, dan keterlibatan aktif mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa dosen-dosen kita telah merespons dengan baik hasil evaluasi sebelumnya,” ungkap Dewi Yulinang, S.H., M.H., dosen yang dipercaya mempresentasikan hasil Monev di hadapan pimpinan dan sivitas akademika FIPH.
Salah satu indikator yang mengalami lonjakan signifikan adalah kedalaman materi pembelajaran, yang naik dari skor 3,46 menjadi 3,88. Ini menjadi penanda bahwa proses belajar mengajar di FIPH tak lagi sekadar menyampaikan teori, melainkan semakin menekankan pemahaman konseptual dan kontekstual yang lebih dalam.
Indikator lain seperti kesesuaian materi dengan silabus dan kesempatan mahasiswa untuk berdiskusi juga menunjukkan peningkatan mencolok. Hal ini sejalan dengan strategi dosen dalam menciptakan ruang-ruang dialog kritis yang mendorong kolaborasi dan partisipasi aktif mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Tingkat kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran secara keseluruhan pun ikut melonjak dari angka 3,21 menjadi 3,76. Ini mengindikasikan bahwa suasana kelas semakin kondusif dan relevan dengan harapan serta kebutuhan mahasiswa generasi saat ini.
Persepsi positif terhadap kinerja dosen juga menguat, tercermin dari meningkatnya kategori “Semua Dosen” menjadi 27%. Ini menunjukkan bahwa secara kolektif, mahasiswa merasa puas terhadap dedikasi dan pendekatan pengajaran para pengajar di FIPH.
Tiga nama yang paling banyak diapresiasi mahasiswa dalam survei Monev kali ini adalah Darmin Hasirun (24%), L.M. Alfian Zaadi (15%), dan Nur Saadah (10%) — menunjukkan konsistensi dan inovasi mereka dalam menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna.
“Kita semua ingin menjadikan kelas sebagai ruang dinamis, bukan sekadar tempat transfer materi. Kreativitas dosen dalam memberikan pengajaran kepada mahasiswa harus jadi kebiasaan para dosen misalnya membuka ruang diskusi, pemberian tugas yang cocok untuk mahasiswa, kemampuan dalam menjelaskan materi, serta komunikasi yang terbuka kepada mahasiswa,” ujar L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom., yang juga dikenal sebagai dosen dengan pendekatan komunikatif dan reflektif.
Senada, Nur Saadah, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa dirinya dan para dosen lain sangat menyambut aspirasi mahasiswa sebagai masukan konstruktif. “Kami pun terus belajar menyesuaikan gaya mengajar dengan kebutuhan generasi saat ini salah satunya mereka membuat semacan proyek video pembelajaran kreatif mahasiswa dengan menggunakan media digital yang cukup berhasil mengajak mahasiswa berpikir kreatif,” katanya.
Survei Monev juga mengungkap lima aspirasi terbesar mahasiswa FIPH: Penerapan metode diskusi dan berpikir kritis (13%), Penjelasan materi yang lebih mudah dipahami (10%), Materi kuliah dikirim sebelum kelas dimulai (8%), Jadwal kuliah yang fleksibel bagi mahasiswa pekerja (6%) dan Peningkatan fasilitas kampus dan internet (5%)
Menanggapi hal tersebut, pimpinan fakultas langsung merumuskan lima rekomendasi strategis berbasis data: (1).peningkatan infrastruktur pembelajaran, termasuk koneksi internet dan fasilitas fisik. (2). penerapan student-centered learning, dengan mendorong studi kasus, diskusi, dan proyek kolaboratif. (3). konsistensi kehadiran dan komunikasi dosen, termasuk pengiriman materi sebelum kelas. (4). fleksibilitas jadwal kuliah, terutama bagi mahasiswa yang bekerja dan monitoring berkala yang transparan dan responsif, dilaksanakan dua kali per semester.
“Kalau saya memang sering menjaga kehadiran, jadi cukup maksimal proses pengajaran baik offline maupun online. Kami menyadari bahwa banyak mahasiswa kami adalah pekerja baik PNS, P3K, atau magang atau memiliki tanggung jawab tambahan. Maka fleksibilitas jadwal bukan sekadar kebijakan teknis, tapi bentuk empati akademik,” terang La Januru, S.I.P., M.I.P., Kaprodi Administrasi Pemerintahan Daerah.
Hal senada disampaikan oleh M. Gafur, S.H., M.H., Kaprodi Peradilan Pidana: “Kami sedang mempertimbangkan pendekatan adaptif dan partisipatif dalam menjadwalkan perkuliahan, tanpa menurunkan standar akademik. Fleksibilitas harus tetap seimbang dengan kualitas.”
Data menunjukkan bahwa 56% mahasiswa merasa tidak mengalami kendala selama proses pembelajaran semester terakhir. Gangguan jaringan internet menurun signifikan dari 29% ke 22%, dan keluhan terhadap teknologi hampir tidak ditemukan, menandakan adanya peningkatan dalam dukungan teknis kampus.
Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan fasilitas kampus (8%) dan jadwal kuliah yang bertabrakan dengan jam kerja (6%) tetap menjadi perhatian serius yang akan diatasi melalui program pengembangan sarana-prasarana dan peninjauan jadwal akademik secara rutin.
Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., menutup sesi RTM dengan semangat penuh optimisme. Ia menekankan bahwa hasil Monev ini adalah potret komitmen bersama untuk terus tumbuh sebagai institusi pendidikan yang berkualitas dan berdampak. “Jadilah Dosen Profesional bukan karena kewajiban tetapi panggilan jiwa untuk mengabdi dan mencerdaskan kehidupan bangsa” tegasnya !
Melalui kegiatan Monev ini, FIPH UM Buton kembali membuktikan diri sebagai fakultas yang tak hanya berfokus pada pencapaian angka, tetapi juga pada perubahan kultur akademik yang inklusif dan progresif. Ke depan, fakultas ini terus berkomitmen untuk menjaga mutu, menyerap aspirasi, dan menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.



