id
en
ar

MAHASISWA FIPH UMU BUTON GELAR SHARING BERSAMA DEKAN: BAHAS STRATEGI KEGIATAN DAN PENGUATAN PERAN HMPS

FIPH UMU Buton, 10 Juli 2025 —Penguatan peran organisasi kemahasiswaan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang dinamis dan progresif di lingkungan Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH), Universitas Muslim Buton (UMU Buton). Menjawab tantangan tersebut, para mahasiswa dari dua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) yang baru terbentuk yaitu HMPS Administrasi Negara dan HMPS Peradilan Pidana menginisiasi pertemuan inspiratif dan sarat makna bersama Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si.

Diskusi kali ini bertempat di Kantor FIPH pada Kamis pagi, 10 Juli 2025, kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.30 hingga 11.10 WITA, menjadi ruang dialog terbuka yang menyatukan semangat, ide, dan komitmen untuk mendorong HMPS menjadi motor penggerak perubahan positif di kampus.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh Ketua HMPS Peradilan Pidana, Dayaman, bersama sejumlah pengurus, serta perwakilan dari HMPS Administrasi Pemerintahan Daerah, Rosita. Sharing ini menjadi ruang dialog antara mahasiswa dengan pimpinan fakultas terkait rencana, tantangan, dan strategi pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan yang produktif dan berkelanjutan.

Dekan FIPH dalam arahannya menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif mahasiswa dalam membentuk wadah organisasi yang bersifat akademik dan kultural. Ia menekankan bahwa kegiatan mahasiswa, baik dalam skala kecil maupun besar, dapat memberikan dampak yang signifikan bagi atmosfer kampus apabila dijalankan secara konsisten dan kreatif.

“Mahasiswa harus berani mengeksekusi ide-ide brilian yang dimiliki. Kegiatan tidak harus megah, tetapi harus membawa nilai, makna, dan semangat kebersamaan. Kekompakan dan konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar kemewahan,” ujar Darmin Hasirun.

Ia juga menyampaikan bahwa pihak fakultas telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung kegiatan mahasiswa. Gedung, sound system, printer, kertas, hingga fasilitas administrasi lainnya telah tersedia dan dapat digunakan tanpa biaya sewa. Menurutnya, mahasiswa cukup menyiapkan kebutuhan konsumsi dan spanduk atau media publikasi kegiatan.

“Untuk surat-menyurat, kita sudah memaksimalkan penggunaan surat elektronik. Hanya beberapa dokumen resmi, seperti surat untuk narasumber eksternal atau instansi tertentu, yang tetap perlu dalam bentuk cetak,” tambahnya.

Pada sesi tanya jawab, mahasiswa menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi, mulai dari keterbatasan dana, jumlah anggota aktif yang belum maksimal, hingga strategi pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efisien. Mereka juga meminta arahan terkait bagaimana membuat kegiatan yang tidak hanya terlaksana, tetapi juga berdampak dan mendapat perhatian dari publik, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Beberapa pertanyaan yang muncul antara lain menyangkut cara mencari sponsorship, mengelola waktu di tengah padatnya aktivitas akademik, serta pemanfaatan media sosial untuk dokumentasi dan promosi kegiatan.

Dekan menyambut antusias pertanyaan tersebut dan memberikan masukan praktis. Ia mendorong mahasiswa untuk menggali potensi kolaborasi dengan pihak internal kampus maupun instansi di luar kampus, serta memanfaatkan platform digital sebagai alat promosi dan pelaporan kegiatan yang efektif.

Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang konsultasi teknis, tetapi juga membangun semangat kolektif mahasiswa dalam merintis budaya organisasi yang aktif dan berdampak. Pembentukan HMPS di dua program studi ini menandai dimulainya era baru partisipasi mahasiswa FIPH dalam kegiatan akademik, sosial, dan pengabdian masyarakat.

Darmin berharap agar kegiatan yang dirancang ke depan tidak sekadar rutinitas organisasi, melainkan benar-benar lahir dari keinginan untuk berkontribusi membangun fakultas dan mengembangkan kapasitas mahasiswa secara menyeluruh.

“HMPS bukan sekadar struktur formal. Ia adalah ruang tumbuhnya gagasan, tempat belajar menjadi pemimpin, sekaligus laboratorium praktik nilai-nilai akademik dan sosial yang kelak akan dibutuhkan di dunia kerja dan masyarakat,” pungkasnya.

Sharing dan diskusi bersama Dekan FIPH ini menjadi momentum awal yang positif bagi mahasiswa dalam menyusun program kerja yang inovatif dan bermanfaat. Dengan dukungan dari pimpinan fakultas dan komitmen mahasiswa, diharapkan HMPS FIPH dapat menjadi motor penggerak kegiatan-kegiatan kampus yang bermutu, inklusif, dan berdaya guna.

Tags:

Bagikan: