FIPH Online – Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah (APD), Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton menggelar rapat persiapan pemenuhan Beban Kinerja Dosen (BKD) serta pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) semester ganjil Tahun Akademik 2025/2026.
Rapat tersebut berlangsung di Kantor FIPH UMU Buton pada Senin, 5 Januari 2026, mulai pukul 09.00 WITA. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dekan FIPH, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si, Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru, S.I.P., M.I.P, serta seluruh dosen lingkup Prodi APD.
Rapat dibuka oleh Dekan FIPH yang menegaskan bahwa agenda utama pertemuan kali ini mencakup dua hal strategis, yakni kesiapan pemenuhan BKD dan kelancaran pelaksanaan UAS semester ganjil.
“Pada rapat ini kita membahas dua agenda penting yang akan kita hadapi ke depan, yaitu kesiapan pemenuhan Beban Kinerja Dosen dan pelaksanaan Ujian Akhir Semester. Apalagi pada semester ini Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah memiliki dua dosen baru yang mulai memenuhi persyaratan BKD, yaitu La Yopi, S.I.P., M.I.P. dan Aswad Karimali, S.Sos., M.A.P.,” ungkap Dekan.
Lebih lanjut, Dekan menjelaskan bahwa pemenuhan BKD harus mengacu pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, ditambah dengan dokumen penunjang lain yang dapat meningkatkan angka kredit dosen dalam satu semester.
Selain BKD, Dekan juga menekankan pentingnya tertib administrasi dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester.
“Pelayanan administrasi, baik kepada mahasiswa maupun dosen, harus benar-benar dijaga. Untuk UAS, dipastikan seluruh pertemuan perkuliahan telah terlaksana dan seluruh dokumen wajib tersedia, seperti RPS, daftar hadir, berita acara perkuliahan, berita acara UAS, daftar hadir UAS, hingga DPNA. Semua dokumen tersebut wajib dipenuhi oleh setiap dosen,” tegasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah, La Januru, S.I.P., M.I.P, menyampaikan bahwa laporan BKD memiliki peran strategis bagi pengembangan karier dosen dan institusi.
“BKD yang kita laporkan setiap semester memiliki banyak manfaat, mulai dari persiapan sertifikasi dosen, kenaikan jabatan akademik, hingga mendukung proses akreditasi program studi. Saat ini saya sendiri sedang mempersiapkan pengajuan Sertifikasi Dosen (Serdos). Oleh karena itu, sebagai Kaprodi, saya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan akademik yang optimal bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Dalam sesi diskusi, sejumlah dosen turut memberikan masukan. Salah satunya disampaikan oleh Aswad Karimali, S.Sos., M.A.P, selaku dosen baru di Prodi APD.
“Sebagai dosen baru, saya tentu masih membutuhkan bimbingan dari para senior, khususnya dalam memenuhi persyaratan laporan BKD. Untuk kegiatan perkuliahan, alhamdulillah sudah saya laksanakan sesuai tugas yang diberikan. Namun saya berharap dapat memperoleh pendampingan, terutama terkait kelengkapan administrasi BKD,” ungkapnya.
Rapat ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar dosen serta memastikan seluruh proses akademik, baik pemenuhan BKD maupun pelaksanaan UAS, berjalan secara tertib, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku
