FIPH Online – Fakultas Ilmu Pemerintahan dan Hukum (FIPH) Universitas Muslim Buton (UMU Buton) melaksanakan rangkaian Bakti Sosial di Desa Kapoa, Kecamatan Kadatua, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi, edukasi, dan dialog antara sivitas akademika dengan masyarakat mengenai pendidikan tinggi dan pemanfaatan potensi desa.
Pada pukul 09.30 WITA, rombongan kedua yang terdiri atas L.M. Alfian Zaadi, La Januru, Darmin Hasirun, Ilham, Suleman, dan Afdal bertolak dari Pelabuhan Topa menuju Pelabuhan Banabungi menggunakan katinting. Setelah tiba di Banabungi, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Desa Kapoa. Sementara itu, Mashendri menyusul dengan menggunakan katinting yang berbeda menuju Pulau Kadatua.
Setibanya di Kantor Desa Kapoa, rombongan disambut pemerintah desa dan masyarakat. Kegiatan kemudian dilaksanakan di aula desa dalam suasana akrab dan interaktif.
Sebagai pembawa acara, La Januru, S.IP., M.IP., mengarahkan jalannya kegiatan hingga selesai. Dalam konteks kegiatan tersebut, La Januru menekankan pentingnya menjadikan bakti sosial sebagai ruang perjumpaan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
“Bakti sosial bukan hanya tentang hadir di tengah masyarakat, tetapi bagaimana kehadiran tersebut dapat menjadi ruang untuk berbagi, berdialog, dan membangun hubungan yang lebih dekat antara kampus dengan masyarakat.” La Januru, S.IP., M.IP. (Kaprodi Administrasi Pemda).
Dekan FIPH UMU Buton, Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan informasi mengenai UMU Buton, penerimaan mahasiswa baru, biaya pendaftaran, serta kemudahan layanan pendidikan bagi masyarakat.
Dekan juga memberikan pemahaman bahwa kuliah tidak semata-mata diarahkan untuk menjadi ASN, tetapi merupakan bagian dari investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pendidikan tinggi bukan hanya tentang mengejar status sebagai ASN. Kuliah adalah investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kemampuan, dan membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat.” Darmin Hasirun, S.Sos., M.Si., Dekan FIPH UMU Buton.
Menurutnya, lulusan S1 maupun D4 memiliki peluang berkarier di berbagai sektor, mulai dari perusahaan swasta, dunia usaha, kewirausahaan, lembaga sosial, hingga berbagai institusi yang membutuhkan tenaga profesional.
Materi pemberdayaan masyarakat disampaikan oleh L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom. Ia mengajak masyarakat melihat potensi Kadatua, khususnya kekayaan laut sebagai sumber ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kreativitas dan inovasi.
Salah satu gagasan yang disampaikan adalah pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah, seperti bakso ikan, sekaligus pemanfaatan freezer untuk menjaga hasil tangkapan agar dapat dipasarkan secara lebih luas.
“Kadatua memiliki potensi laut yang besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut tidak hanya dijual sebagai hasil tangkapan, tetapi dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.” L.M. Alfian Zaadi, S.Sos., M.I.Kom. (Akademisi Prodi Administrasi Pemerintahan Daerah).
Pembahasan tersebut kemudian berkembang pada persoalan ketersediaan listrik. Masyarakat masih menghadapi keterbatasan waktu pelayanan listrik, yang dinilai turut memengaruhi pengembangan usaha berbasis hasil laut. Karena itu, dukungan terhadap terwujudnya listrik 24 jam dipandang penting bagi percepatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) dalam mendekatkan pendidikan tinggi dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan ruang bagi perguruan tinggi untuk hadir secara langsung, memahami persoalan masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi agar potensi yang dimiliki desa dapat dikembangkan secara lebih optimal.” Kaprodi Administrasi Pemerintahan Daerah.
Dari sisi pemerintah desa, kehadiran FIPH UMU Buton memberikan ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan wawasan secara langsung, khususnya mengenai pendidikan dan peluang pengembangan potensi lokal.
“Kami menyambut baik kehadiran FIPH UMU Buton di Desa Kapoa. Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berdiskusi langsung dan mendapatkan pengetahuan yang dapat menjadi bahan untuk melihat potensi desa secara lebih luas.” Kepala Desa Kapoa (Bapak Samsudin)
Antusiasme masyarakat terlihat dari sejumlah pertanyaan yang muncul, terutama mengenai persyaratan kuliah di UMU Buton dan peluang setelah menyelesaikan pendidikan. Diskusi tersebut berlangsung sekitar dua jam dalam suasana terbuka dan penuh interaksi.
Pada akhirnya, kegiatan hari kedua Bakti Sosial FIPH UMU Buton tidak hanya menjadi agenda kunjungan, tetapi juga menjadi ruang bertemunya pendidikan, potensi desa, dan harapan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, FIPH UMU Buton berupaya menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya hadir di ruang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendengar, berbagi pengetahuan, membangun kolaborasi, dan ikut mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimilikinya.




