BUTON TENGAH, 1 Juli 2026 – Di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang semakin mengedepankan profesionalisme aparatur, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu strategi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang berbasis kompetensi. Berangkat dari semangat tersebut, Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Muslim Buton melaksanakan Praktikum Mata Kuliah “Pembinaan Pegawai Daerah” di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buton Tengah, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Analisis Implementasi Sistem Merit dalam Pembinaan Karir ASN di Kabupaten Buton Tengah”, menjadi forum akademik yang strategis mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan praktisi pemerintahan untuk mendiskusikan implementasi sistem merit sebagai fondasi pengelolaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, objektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Praktikum tersebut diikuti oleh seluruh mahasiswa peserta praktikum mata kuliah Pembinaan Pegawai Daerah serta jajaran pejabat dan pegawai BKPSDM Kabupaten Buton Tengah. Suasana kegiatan berlangsung dinamis melalui pemaparan materi, dialog akademik, dan sesi diskusi yang membahas berbagai tantangan implementasi sistem merit dalam pembinaan karier ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah.
Praktikum sebagai Implementasi Nyata Tridarma Perguruan Tinggi
Mengawali kegiatan, Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Muslim Buton, La Januru, S.IP., M.IP., menjelaskan bahwa praktikum lapangan merupakan bagian integral dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses transfer pengetahuan di ruang kelas, tetapi harus mampu menghadirkan solusi atas persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan pemerintah melalui penelitian yang berkualitas.
“Praktikum ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik mahasiswa, tetapi merupakan manifestasi nyata Tridarma Perguruan Tinggi. Kami meyakini bahwa pendidikan yang berkualitas harus melahirkan penelitian yang berkualitas, dan penelitian yang berkualitas harus menghasilkan analisis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah maupun masyarakat dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan,” ujar La Januru.
Ia menambahkan bahwa pemilihan tema sistem merit bukan tanpa alasan. Menurutnya, sistem merit merupakan instrumen strategis dalam membangun birokrasi yang profesional karena memastikan setiap proses pembinaan karier ASN dilaksanakan berdasarkan kompetensi, kinerja, integritas, dan kualifikasi, bukan atas pertimbangan nonobjektif.
“Sistem merit bukan hanya berbicara mengenai promosi dan mutasi ASN. Lebih dari itu, sistem merit merupakan instrumen untuk memastikan bahwa birokrasi dibangun atas dasar kompetensi, integritas, dan profesionalisme. Ketika sistem merit berjalan dengan baik, maka kualitas pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga akan meningkat,” jelasnya.
La Januru juga mengaitkan tema tersebut dengan arah pembangunan Kabupaten Buton Tengah yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia.
“Apabila Kabupaten Buton Tengah memiliki visi menjadi Kota Santri dan Kota Pendidikan, maka pembangunan sumber daya manusia aparatur harus menjadi prioritas. Dalam konteks inilah perguruan tinggi hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai bahwa semangat tersebut sejalan dengan visi Universitas Muslim Buton sebagai perguruan tinggi yang unggul, berakhlakul karimah, dan berwawasan entrepreneurship, sehingga kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
BKPSDM Buton Tengah: Perguruan Tinggi Merupakan Mitra Strategis Pengembangan SDM Aparatur
Mewakili Kepala BKPSDM Kabupaten Buton Tengah, Kepala Bidang Pengembangan dan Diklat BKPSDM, Muhammad Mutasar Tuba, S.Pi., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan praktikum yang mengangkat salah satu isu paling strategis dalam tata kelola kepegawaian daerah.
Menurutnya, sistem merit merupakan fondasi penting dalam mewujudkan birokrasi yang profesional dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Oleh karena itu, BKPSDM menyambut baik keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi akademik terhadap penguatan manajemen ASN.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Universitas Muslim Buton karena telah mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan pengelolaan ASN saat ini. Sistem merit merupakan fondasi penting dalam membangun birokrasi yang profesional, sehingga kami sangat terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi akademik dengan perguruan tinggi,” ungkap Muhammad Mutasar Tuba.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun tidak berhenti pada kegiatan praktikum semata, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang lebih luas melalui penelitian, kajian kebijakan, pelatihan, serta pengembangan kompetensi aparatur sipil negara.
“Kami berharap sinergi ini dapat terus berlanjut melalui penelitian, kajian kebijakan, pengembangan kompetensi aparatur, hingga berbagai program kolaboratif lainnya. Pemerintah daerah membutuhkan dukungan pemikiran akademik agar setiap kebijakan yang diambil memiliki landasan ilmiah yang kuat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, BKPSDM juga menegaskan bahwa keberadaan Universitas Muslim Buton di Kabupaten Buton Tengah memberikan kontribusi strategis terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
“Keberadaan perguruan tinggi di Kabupaten Buton Tengah menjadi salah satu modal penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami meyakini bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan kampus akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia sekaligus mendukung terwujudnya Buton Tengah sebagai Kota Pendidikan dan Kota Santri,” tambahnya.
Diskusi Akademik Berlangsung Dinamis Antara Peserta Praktikum Dengan Pihak BKPSDM Kabupaten Buton Tengah

Salah satu sesi yang mendapat perhatian besar dalam kegiatan praktikum kali ini adalah dialog interaktif antara mahasiswa dengan jajaran BKPSDM. Berbagai pertanyaan kritis diajukan mengenai implementasi sistem merit, mekanisme promosi dan mutasi ASN, pengembangan kompetensi pegawai, manajemen talenta, hingga tantangan menjaga objektivitas dalam pembinaan karier aparatur.
Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif. Para narasumber memberikan penjelasan berdasarkan regulasi, pengalaman praktik, dan dinamika pengelolaan kepegawaian di Kabupaten Buton Tengah. Interaksi tersebut memberikan pengalaman empiris bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana teori administrasi publik diterapkan dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin diarahkan pada pendekatan experiential learning, yaitu pembelajaran yang mengintegrasikan teori, observasi lapangan, dialog ilmiah, dan analisis kebijakan sebagai satu kesatuan proses akademik.
Membangun Kolaborasi untuk Birokrasi Masa Depan
Praktikum Mata Kuliah Pembinaan Pegawai Daerah tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga mempertegas peran strategis perguruan tinggi sebagai mitra pemerintah dalam menghasilkan rekomendasi ilmiah bagi pembangunan daerah.
Melalui kolaborasi yang semakin erat antara Universitas Muslim Buton dan BKPSDM Kabupaten Buton Tengah, diharapkan lahir berbagai penelitian terapan, inovasi kebijakan, serta model pengembangan aparatur yang mampu memperkuat implementasi sistem merit di tingkat daerah.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi investasi intelektual jangka panjang dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berintegritas, sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Sebagaimana disampaikan Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Muslim Buton pada penghujung kegiatan,
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah bukan sekadar kerja sama kelembagaan, melainkan investasi intelektual untuk melahirkan kebijakan publik yang lebih berkualitas. Ketika ilmu pengetahuan bertemu dengan praktik pemerintahan, maka pembangunan akan berjalan di atas fondasi yang lebih kokoh.” Terangnya.
Tentang Kegiatan
Praktikum Mata Kuliah Pembinaan Pegawai Daerah merupakan salah satu bentuk implementasi kurikulum berbasis pengalaman lapangan (field-based learning) pada Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah Universitas Muslim Buton. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam menganalisis praktik penyelenggaraan pemerintahan, khususnya manajemen Aparatur Sipil Negara, melalui interaksi langsung dengan perangkat daerah.
Penulis adalah La Januru, S.IP., M.IP
Ketua Program Studi Administrasi Pemerintahan Daerah




